beritadunesia-logo

Surau Tuo Syeikh Abbas Abdullah

Syeikh Abbas Abdullah hidup dari tahun 1883-1957 M. Syeikh Abbas Abdullah lebih dikenal dengan sebutan “Syeikh Abbas Padang Japang” yang merupakan salah satu ulama terkenal dizamannya.

Kawasan Surau Tuo Syeikh Abbas Abdullah di Padang Japang ini sekarang menjadi komplek/kawasan pendidikan sekolah agama yang berstatus swasta yang dibina oleh sebuah yayasan yang bernama Yayasan Darul Funun El Abbasiyah yang dirintis kembali oleh cucu Syeikh Abbas yang bernama Brigjen TNI (Purn.) Adytiawarman Thoha M.Sc bersama hj. Arifa Thoha pada mulanya kawasan ini berdiri pendidikan agama Islam yang bernama Thawalib dan sejak tahun 1930 berubah menjadi Darul Funun Abbasiyyah yang didirikan oleh ayah Syeikh Abbas yang bernama Syekh Abdullah yang hidup tahun 1830 s/d tahun 1903. Syeikh Abdullah bersama Tuanku Nan Biru pernah turut berjuang dalam perang paderi bersama Tuanku Imam Bonjol dalam melawan penjajahan Belanda. Selanjutnya usaha Syekh Abdullah dilanjutkan oleh putra beliau yang bernama Syekh Abbas Abdullah bersama Syekh Mustafa Abdullah. Di zaman Syekh Abbas inilah perguruan agama ini mencapai puncak kejayaannya dengan mempunyai murid/siswa tidak saja dari Kabupaten Lima Puluh Kota, tapi juga dari Riau, Jambi, Sumatra Utara, Aceh, Bengkulu, Sumatra Selatan, bahkan dari Malaysia, Thailand dan Singapura. Sehingga pada tahun 1943 pernah mendapat kunjungan Presiden Soekarno setelah ia dibebaskan dari tahanan Bengkulu datang dengan berkonsultasi dengan Syekh Abbas Abdullah. 

Pada waktu M.Nasir serta Dr.J.Laimena datang dari Jawa menjemput Mr.Syafruddin Prawira Negara Ketua PDRI 6-8 Juli 1949 Darul Funun juga sebagai tempat markas PDRI dan tempat pertemuan.

Sekarang ini kuburan Syekh Abdullah, Syekh Abbas Abdullah ini menjadi obyek wisata bagi masyarakat untuk melakukan ziarah dengan mengenang perjuangan Syeikh yang berkubur di komplek kawasan ini.

Sumber : http://www.limapuluhkota.go.id